
Dalam arc Culling Game pada manga dan anime Jujutsu Kaisen, hubungan antara Remi, Rin Amai, dan Hiromi Higuruma menjadi salah satu simpul penting yang memperlihatkan bagaimana karakter sampingan dapat memengaruhi arah konflik utama. Ketiganya tidak memiliki ikatan personal sejak awal, tetapi mereka terhubung melalui tujuan, kebohongan, dan kepentingan dalam permainan mematikan yang diciptakan oleh Kenjaku.
Dalam cerita, Rin Amai dan Remi diperkenalkan hampir bersamaan ketika Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro memasuki Tokyo Colony No.1. Kedua karakter ini berperan sebagai pemandu menuju Higuruma, seorang mantan pengacara yang menjadi pemain dengan lebih dari seratus poin—jumlah yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menambahkan aturan baru dalam Culling Game. Amai bertemu Yuji dan mengaku mengenalnya dari masa SMP, sementara Remi bertemu Megumi dan menawarkan bantuan dengan syarat perlindungan. Keduanya sama-sama mengklaim mengetahui lokasi Higuruma, namun memberikan informasi yang berbeda.

Perbedaan informasi ini bukan kebetulan, melainkan titik awal konflik. Amai membawa Yuji menuju lokasi yang benar sehingga Yuji akhirnya berhasil menemukan Higuruma di sebuah teater. Sebaliknya, Remi justru menyesatkan Megumi dan membawanya ke dalam jebakan kelompok Reggie Star, memperlihatkan bahwa ia memiliki agenda tersendiri atau berada di bawah tekanan pihak lain.
Di sinilah terlihat bahwa hubungan Remi dan Amai terhadap Higuruma bukanlah hubungan personal, melainkan relasi fungsional dalam struktur Culling Game. Mereka berdua mengetahui keberadaan Higuruma karena statusnya sebagai pemain kuat, dan informasi tersebut menjadi alat tawar-menawar untuk bertahan hidup. Amai digambarkan sebagai karakter yang cenderung mengikuti pihak yang lebih kuat demi keselamatan dirinya, sebagaimana masa lalunya yang bergaul dengan kelompok pembully agar tidak menjadi korban. Hal ini menjelaskan mengapa ia akhirnya membantu Yuji—karena melihat Yuji sebagai sosok yang kuat sekaligus memiliki moralitas.
Remi berada pada posisi yang mirip tetapi lebih oportunistik. Ia menggunakan informasi tentang Higuruma untuk mendapatkan perlindungan dari Megumi, namun pada saat yang sama berkhianat dengan membawanya ke kelompok Reggie. Dalam konteks ini, Remi merepresentasikan sisi manipulatif dari para pemain Culling Game yang menjadikan informasi sebagai senjata.
Sementara itu, Higuruma sendiri berada di posisi yang berbeda. Ia bukan sekadar target yang dicari oleh Yuji dan Megumi, melainkan karakter dengan ideologi dan konflik moral yang kuat. Higuruma menjadi pusat gravitasi bagi interaksi Amai dan Remi karena statusnya sebagai pemain dengan poin tinggi dan kemampuan domain yang unik. Tanpa keberadaan Higuruma, Amai dan Remi tidak akan memiliki nilai strategis bagi protagonis.
Dengan demikian, hubungan antara Remi, Amai, dan Higuruma dapat dipahami sebagai hubungan tidak langsung yang dibentuk oleh kepentingan dalam Culling Game. Amai berperan sebagai jembatan yang membawa protagonis ke arah tujuan sebenarnya, Remi menjadi contoh pengkhianatan dan manipulasi dalam permainan, dan Higuruma menjadi tujuan utama yang mempersatukan jalur cerita mereka. Ketiganya menunjukkan bagaimana dalam arc Culling Game, kepercayaan menjadi sesuatu yang rapuh, dan informasi bisa menjadi senjata paling berbahaya.***
