
Cecilia Adelbide atau yang dikenal sebagai Putri Mahkota Cecilia merupakan sosok paling enigmatik dan berbahaya dalam semesta The Holy Grail of Eris (Eris no Seihai). Pada awal cerita, ia diperkenalkan sebagai istri dari Pangeran Pertama Enrique, seorang wanita bangsawan yang tampak sempurna, ramah, dan bahkan sedikit ceroboh atau “airheaded”.
Namun, identitas aslinya jauh lebih kelam karena ia adalah salah satu otak di balik konspirasi besar yang menyebabkan eksekusi tragis Scarlett Castiel sepuluh tahun sebelum garis waktu utama dimulai. Cecilia sebenarnya adalah anggota tingkat tinggi atau memiliki keterkaitan erat dengan organisasi kriminal rahasia bernama Daeg Gallus yang mengendalikan peredaran obat bius “Jackal’s Paradise” di kalangan bangsawan.
. Ia menggunakan topeng kebaikan dan aktivitas amalnya untuk menyembunyikan sifat aslinya yang dingin, licik, dan haus kekuasaan, yang sering kali ditunjukkan melalui perubahan ekspresi drastis dan tatapan mata merah yang mengintimidasi dalam beberapa adaptasi visual.
Hubungan antara Cecilia dan Constance Grail atau Connie didasari oleh kontras moral yang sangat tajam, di mana Connie mewakili kejujuran murni (sincerity) sementara Cecilia mewakili kepalsuan yang terstruktur. Dalam narasi cerita, Cecilia berperan sebagai antagonis utama yang secara psikologis sering menekan Connie untuk berhenti menyelidiki masa lalu Scarlett.
Cecilia adalah sosok yang sepuluh tahun lalu menjadi “korban” dalam insiden percobaan peracunan yang dituduhkan kepada Scarlett Castiel, sebuah peristiwa yang sebenarnya adalah rekayasa untuk menyingkirkan Scarlett yang memiliki darah bangsawan Kekaisaran Faris. Bagi Cecilia, Connie adalah ancaman sekaligus bidak yang menarik karena kemampuannya untuk terhubung dengan roh Scarlett. Pertemuan mereka sering kali digambarkan sebagai adu mental, di mana Cecilia berusaha memanipulasi persepsi Connie tentang kebenaran dan keadilan di dunia bangsawan yang penuh dengan kemunafikan.
Detail lebih dalam mengenai rencana Cecilia terungkap melalui fakta bahwa proyek yang dinamakan “The Holy Grail of Eris” sebenarnya merujuk pada pemanfaatan garis keturunan Scarlett Castiel untuk tujuan politik tingkat tinggi dan invasi antar kerajaan
Cecilia terlibat dalam skenario di mana ia memposisikan dirinya sebagai pihak yang tidak bersalah agar ia bisa naik ke tampuk kekuasaan di Kerajaan Adelbide sambil menjalankan agenda rahasia organisasi Daeg Gallus. Hubungannya dengan Connie semakin rumit saat ia memberikan peringatan keras bahwa penyelidikan Connie hanya akan membawa gadis itu ke tiang gantungan yang sama dengan Scarlett. Hal ini menunjukkan bahwa Cecilia tidak hanya sekadar penjahat biasa, melainkan seseorang yang memahami cara kerja sistem hukum dan sosial kerajaan untuk menghancurkan musuh-musuhnya tanpa harus mengotori tangannya sendiri secara langsung.***
