Sinopsis Anime The Classroom of a Black Cat and a Witch, Tayang April 2026

Berikut ini sinopsis dari anime Kuroneko to Majo no Kyoushitsu atau yang dikenal juga dengan nama The Classroom of a Black Cat and a Witch yang didasarkan pada manga yang ditulis dan dilustrasikan oleh Yousuke Kaneda.

Anime ini diproduseri oleh Sounilude sedangkan produksinya dikerjakan oleh LIDENFILMS dan dijadwalkan akan tayang pada 12 April 2026 mendatang.

Anime ini mempunyai genre comedy dan fantasy serta mempunyai tema school.

Pemeran dari anime The Classroom of a Black Cat and a Witch diantaranya Kaede Hondo sebagai Spica Virgo, Nobunaga Shimazaki sebagai Claude Sirius, Fuuka Izumi sebagai Aria Aquarius, Haruka Shiraishi sebagai Io Taurus, Miyuki Sakurai sebagai Capella Capricon.

Daisuke Hirakawa sebagai Proycon, Tomohiro Ono sebagai Astraea Libra, Kazuki Ura sebagai Chiron Sagitarius Aldea, dan Rena Hasegawa sebagai Pollux Gemini.

Sinopsis The Classroom of a Black Cat and a Witch

The Classroom of a Black Cat and a Witch menceritakan Akademi Kerajaan Diana merupakan sekolah bergengsi yang menerima individu dengan kemampuan sihir yang mahir. Setelah lulus, para siswa ini kini berada di puncak bidang mereka atau dipekerjakan oleh keluarga kerajaan.

Spica Virgo dia bermimpi untuk belajar di akademi tersebut, serta bercita-cita untuk menjadi penyihir kelas atas seperti idolanya, Claude Sirius. Claude merupakan penyihir terkenal di dunia yang menjadi instruktur termuda di intitusi tersebut, tetapi secara misterisu dia telah menghilang tak lama kemudian.

Karena kurangnya pengalaman dan koneksi yang dibutuhkan untuk masuk, akhirnya Spica merasa tidak mampu untuk membuat kemajuan yang berarti dalam latihannya. Namun, suatu hari, dia bertemu dengan seekor kucing hitam yang dapat berbicara dan mempunyai kemampuan sihir.

Berharap untuk dapat mengubah situasi menjadi lebih baik, dia memohon kepada hewan itu untuk dapat menerimanya sebagai murid dan mengajarinya sihir yang dibutuhkannya untuk bersekolah di akademi.

Kucing itu menerima kesepakatan tersebut dengan satu syarat dia harus menemukan cara untuk membalikkan kutukan kucingnya. Terlepas dari tantangan berat yang ada dihadapannya, Spica bertekad untuk membuktikan dirinya sebagai murid yang layak mendapatkan bimbingan kucing tersebut.***