
Visual Novel horor Saya no Uta mendapatkan adaptasi drama panggung di Jepang. Proyek baru ini akan menata ulang game tersebut sebagai drama bacaan bergaya, dengan pertunjukan yang dijadwalkan akan berlangsung dari 4 Juni hingga 14 Juni 2026, di Sogetsu Hall di Tokyo.
Visual novel ini awalnya dirilis pada tahun 2003, Saya no Uta ditulis oleh Gen Urobuchi dan dikembangkan oleh Nitroplus. Permainan ini dikenal berkat horor psiklogis, citra grafis, dan romansa yang begitu meresahkan, yang dapat membangung reputasi Urobuchi bertahn-tahun sebelum karya-karyanya seperti Puella Magi Madoka Magica.
Versi panggung yang tengah diadaptasi dan disutradaria oleh Kenichi Suemitsu , yang kredi masa lalunya termasuk diantaranya Touken Ranbu yang merupakan drama panggung dan jangka panjang TRUMP series.
Dibandingkan drama tradisional, produksinya dibingkai sebagai bagian drama bacaan gaya baru, yang memadukan nrasi langung dengan pertunjukan fisik dan koreograif.
Berdasarkan pengumuman tersebut, pementasannya berkembang melampui format standar, serta menggabungkan penari dan arahan visual untuk dapat menciptakan momen horro dan ektream emosional cerita.
Perna Fuminori Sakisaka akan dilakukan dengan menggunakan pemeran bergilir yang terdirid ari enam aktor, sementara untuk Saya sendiri akan dimainkan oleh dua aktris yang dipilih melalui audisi.
Kombianasi mereka akan berubah tergantung pada tanggal pertunjukkanya, dan memberikan masing-masing tampilan dengan nada yang sedikit berbeda. Para pemain juga akan dibulatkan oleh empat aktor tambahan dan enam penari, yang akan membantu membentuk suasana visual dan emosional produksi.
Dalam komentar yang dibagikan dalam pengumuman tersebut, Urobuchi mengaakan Saya no Uta merupakan sebuah karya yang lahir dari masa awal karirnya, ai merasa tidak bisa lagi menulis lagi saat ini.
Dia juga mencatat jika melihat cerita yang dihidupkan kembali di atas panggung akan terasa sangat begitu bermakna, mengingat betapa dekatnya cerit asli yang mencerminkan keadaan pikirannya pada saat itu.
Suemitsu, sementara itu, berbicara mengenai tantangan untuk menerjemahkan cinta dan keuntuha moral yang terdistrosi dalam cerita ke dalam pertunjukan langsung dan menyebutnya sebagai karya yang secara aktif telah mengikis rasa kenyamanan etis penonton.
Produksinya dilengkapi dengan peringatan konten. Meskipun tidak akan ada ketelanjangan atau penggambaran seksual yang eksplisit, tapi penyelenggaran mencatat jika drama tersebut akan mencau citra yang mengejutkan dan aneh berdasarkan tema game aslinya. Anak-anak di bawah usia sekolah tidak akan diterima, dan waktu tayang pertunjukan diperkirakan akan berlangsung sekitar tiga jam.***
Sumber: Noisy Pixel.
