Cara Mengungkapkan Tindakan di Masa Lalu dan Masa Mendatang dalam Bahasa Jepang

(pinterest)

Dalam bahasa Jepang, cara menyatakan tindakan yang sudah terjadi (masa lalu) dan tindakan yang akan terjadi (masa depan/akan terjadi) berbeda dengan bahasa Indonesia/Inggris. Bahasa Jepang tidak memiliki bentuk future tense khusus seperti “will do”, tetapi biasanya menggunakan bentuk non-past yang juga bisa berarti masa depan dengan menambahkan keterangan waktu atau pola tertentu.

Cara-cara umum dan contoh ungkapan tindakan di masa lalu dan masa mendatang:

  1. Tindakan yang sudah terjadi — Bentuk lampau (Past Form)
    Untuk menyatakan sesuatu sudah terjadi, gunakan bentuk lampau kata kerja (〜た ta form).
    • 食べた
      Tabeta
      Saya sudah makan
    • 行った
      Itta
      Saya sudah pergi
    • した
      Shita
      Saya sudah melakukan
  2. Tindakan yang akan terjadi — Bentuk non-past + waktu
    Bahasa Jepang menggunakan bentuk non-past ( bentuk kamus atau 〜ます masu form) untuk menunjukkan masa sekarang atau tindakan yang akan terjadi di masa depan, sering dengan keterangan waktu seperti besok, minggu depan.
    • 食べます
      Tabemasu
      Saya akan makan
    • 行きます
      Ikimasu
      Saya akan pergi
    • します
      Shimasu
      Saya akan melakukan
  3. Menggunakan keterangan waktu
    Untuk memperjelas masa depan, tambahkan kata-kata seperti 明日 (ashita – besok), 来週 (raishū – minggu depan).
    • 明日、私はパンを食べます。
      Ashita, watashi wa pan o tabemasu.
      Besok, saya akan makan roti
    • 来週、日本に行きます。
      Raishū, Nihon ni ikimasu.
      Minggu depan, saya akan pergi ke Jepang
  4. Menunjukkan kebiasaan masa lalu atau pengalaman
    Bentuk lampau juga dapat dipakai untuk menyatakan pengalaman masa lalu. Selain itu, ekspresi seperti 〜たことがある (ta koto ga aru – pernah melakukan) menekankan pengalaman tersebut.
    • 日本に行ったことがあります。
      Nihon ni itta koto ga arimasu.
      Saya pernah pergi ke Jepang
  5. Mengungkapkan keadaan berkelanjutan di masa lalu
    Bentuk 〜ていた (te ita) bisa dipakai untuk menunjukkan keadaan atau tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu.
    • 学生のとき、毎朝ジョギングをしていた。
      Gakusei no toki, mai asa jogingu o shite ita.
      Saat masih pelajar, saya joging setiap pagi
  6. Gunakan konteks waktu untuk masa depan dalam percakapan biasa
    Karena tidak ada future tense tetap, konteks waktu seperti besok, nanti, akan penting untuk arti masa depan.
    • 明日の朝、勉強します。
      Ashita no asa, benkyō shimasu.
      Besok pagi, saya akan belajar

Ungkapan-ungkapan di atas merupakan struktur dasar yang berguna untuk menyatakan tindakan yang sudah terjadi dan yang akan terjadi dalam bahasa Jepang, baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan.