
Dalam bahasa Jepang, cara menyatakan tindakan yang sudah terjadi (masa lalu) dan tindakan yang akan terjadi (masa depan/akan terjadi) berbeda dengan bahasa Indonesia/Inggris. Bahasa Jepang tidak memiliki bentuk future tense khusus seperti “will do”, tetapi biasanya menggunakan bentuk non-past yang juga bisa berarti masa depan dengan menambahkan keterangan waktu atau pola tertentu.
Cara-cara umum dan contoh ungkapan tindakan di masa lalu dan masa mendatang:
- Tindakan yang sudah terjadi — Bentuk lampau (Past Form)
Untuk menyatakan sesuatu sudah terjadi, gunakan bentuk lampau kata kerja (〜た ta form).- 食べた
Tabeta
Saya sudah makan - 行った
Itta
Saya sudah pergi - した
Shita
Saya sudah melakukan
- 食べた
- Tindakan yang akan terjadi — Bentuk non-past + waktu
Bahasa Jepang menggunakan bentuk non-past ( bentuk kamus atau 〜ます masu form) untuk menunjukkan masa sekarang atau tindakan yang akan terjadi di masa depan, sering dengan keterangan waktu seperti besok, minggu depan.- 食べます
Tabemasu
Saya akan makan - 行きます
Ikimasu
Saya akan pergi - します
Shimasu
Saya akan melakukan
- 食べます
- Menggunakan keterangan waktu
Untuk memperjelas masa depan, tambahkan kata-kata seperti 明日 (ashita – besok), 来週 (raishū – minggu depan).- 明日、私はパンを食べます。
Ashita, watashi wa pan o tabemasu.
Besok, saya akan makan roti - 来週、日本に行きます。
Raishū, Nihon ni ikimasu.
Minggu depan, saya akan pergi ke Jepang
- 明日、私はパンを食べます。
- Menunjukkan kebiasaan masa lalu atau pengalaman
Bentuk lampau juga dapat dipakai untuk menyatakan pengalaman masa lalu. Selain itu, ekspresi seperti 〜たことがある (ta koto ga aru – pernah melakukan) menekankan pengalaman tersebut.- 日本に行ったことがあります。
Nihon ni itta koto ga arimasu.
Saya pernah pergi ke Jepang
- 日本に行ったことがあります。
- Mengungkapkan keadaan berkelanjutan di masa lalu
Bentuk 〜ていた (te ita) bisa dipakai untuk menunjukkan keadaan atau tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu.- 学生のとき、毎朝ジョギングをしていた。
Gakusei no toki, mai asa jogingu o shite ita.
Saat masih pelajar, saya joging setiap pagi
- 学生のとき、毎朝ジョギングをしていた。
- Gunakan konteks waktu untuk masa depan dalam percakapan biasa
Karena tidak ada future tense tetap, konteks waktu seperti besok, nanti, akan penting untuk arti masa depan.- 明日の朝、勉強します。
Ashita no asa, benkyō shimasu.
Besok pagi, saya akan belajar
- 明日の朝、勉強します。
Ungkapan-ungkapan di atas merupakan struktur dasar yang berguna untuk menyatakan tindakan yang sudah terjadi dan yang akan terjadi dalam bahasa Jepang, baik dalam percakapan sehari-hari maupun tulisan.
